Kamis, 23 April 2009

Use ur right n vote! (dalam warta MQ 20 Maret 2009)

Guys,uda pada tau kan kalo bentar lagi bakal ada suatu perhelatan akbar yang akan diadakan oleh negara kita tercinta ini!? Yup2! Bentar lagi kita akan melaksanakan PEMILU bagi yang belum ngeh, PEMILU itu merupakan akronim dari Pemilihan Umum yang diadakan oleh negara kita setiap lima tahun sekali untuk menentukan siapakah yang akan memimpin negara kita ini sebagai presiden untuk jangka waktu lima tahun yang akan datang.

Menurut suatu situs ensiklopedi terkemuka, PEMILU diartikan sebagai proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang disini beraneka-ragam, mulai dari Presiden, wakil rakyat di pelbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.

Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.
tetapi, ada sesuatu yang berbeda dalam even yang seringkali disebut sebagai pesta demokrasi kita kali ini. pada pemilu 9 April mendatang, kita menggunakan suatu system pemilihan yang berbeda. ucapkan selamat tinggal pada metode COBLOS yang selama ini kita anut, karena metode itu sudah tidak lagi kita gunakan. pada PEMILU ini, kita make system CONTRENG, yaitu kita diharuskan untuk mencontreng (memberi tanda centang) pada gambar PARPOL maupun pada nama CALEG yang dipilih.

mungkin hal ini dipandang merupakan solusi yang cukup revolusioner bagi para pencetus gagasan tersebut, tetapi ternyata banyak kendala yang menghadang di depan untuk metode pencontrengan ini. ada beberapa hal yang menjadi permasalahan, yaitu kurangnya sosialisasi dari KPU untuk menjelaskan bagaimana mekanisme pencontrengan dalam PEMILU kali ini yang sudah mempunyai image “nyoblos”. salah satu kasus yang ada terjadi di Kupan, NTT. sebagian besar pemilih di wilayah pedesaan belum paham secara jelas tentang tata cara menggunakan hak suara dalam PEMILU Legislatif 9 April Mendatang. melihat situasi yang ada, tidak menutup kemungkinan akan bermunculannya surat suara yang tidak sah karena ketidak mengertian dari para pemilih nantinya. belum lagi dengan besarnya surat suara yang mungkin akan membuat repot para pemilih, ditambah lagi banyaknya para caleg dimana yang tertera di surat suara hanya deretan namanya saja, jadi semakin membingungkan para pemilih kalo engga ada gambar dari caleg tersebut.

belum lagi dengan adanya isu kalo dibolehkannya pencontrengan dua kali pada satu surat suara (satu di logo PARPOL atu lagi di nama CALEG). menurut info yang beredar KPU pun belum memberikan pernyataan yang jelas mengenai hal ini, karena belum ada perpu yang jelas mengenai mekanisme pemilu ini. hal ini semakin membingungkan pemilih karena simpang siurnya isu.

tetapi dibalik semua kendala yang ada, sebagai warga negara yang baik dan taat kepada pemerintah, sudah menjadi kewajiban kita untuk turut mendukung kelancaran jalannya pesta demokrasi kita ini. untuk itu, ayo guys, kita gunakan hak pilih kita sebaik mungkin (bagi mereka yang dah puna KTP loh, yang belum punya, tunggu ampe puyna yah..), pilih calon yang berkualitas dan menurut kita bisa memimpin negara kita untuk dapat menjadi lebih baik serta yang g kalah penting, takut akan Tuhan.
GOLPUT? g jamaan bro!

5 komentar:

Anonim mengatakan...

wa...akhirnya...
Bano pengunjung ke berapa niy??
besok ku umumin di warta deh..
wadah blog ini harus di manage dengan baik n benar.. ini untuk mendorong kita aktif menyampaikan pendapat kita. heeem... ayo semua, berpartisipasilah!
btw, gimana caranya mQ-erz berpartisipasi mengisi di blog ini?

Maleakhi on Web mengatakan...

@bano: kalo mau ngisi artikel, tinggal hubungin adminnya ajah.. tau dong adminnya syapa.. yang keren itu loohh.. hehehe

Anonim mengatakan...

bano: malasnya kak...
kayaknya aku bukan adminnya blog deh...
:P

Yehezkiel Tahapary mengatakan...

tapi apa jadinya kalau kita memaksakan untuk memilih PADAHAL calon2 wakil rakyat yang ada tidak ada rahmat, tidak ada damai sejahtera, dan tidak ber'integritas?..
apakah kita lebih mementingkan kewajiban kita sebagai warga negara daripada mengingkari hati nurani kita sebagai warga negara yang ber-hak untuk memperoleh keadilan dan kesejahteraan yang merata? GBU

Maleakhi on Web mengatakan...

akhirnyaaa.. blog ini ada yg meresponn.. fufufu...
@Mr. yezkie:
memang benar, rasanya ridak ada gunanya kita memilih kalo ternyata wakil2 yang ada di sana tidak memiliki kualitas yang seperti kita harapkan dan rasanya merupakan hal yang sia-sia saja kalo kita sudah memilih dan ternyata hasilnya mengecewakan juga.
tapi satu hal yang perlu kita ingat, tidak ada yang sempurna. hampir suatu hal yang mustahil di zaman sekarang ini untuk dapat menemukan karakter seseorang yang benar-benar seperti yang yezki inginkan. Yang perlu kita lakukan (menurut saya)adalah memilih dengan penuh kecermatan dan jangan lupa untuk bergumul dengannya. bayangkan bila semua warha negara ini memiliki pemikiran yang sama, dan akhirnya memutuskan untuk tidak memilih, apa yang akhirnya akan terjadi? negara kita malah akan bertambah kacau dan permasalahan tidak akan selesai.
Dan ada satu hal algi yang perlu kita ingat bahwa (kalo gag salah.hehehe..) pemerintahan yang ada di dunia berasal dari Bapa yang telah memberikannya.

semoga jawabannya memuaskan. kalo ada yang dirasa kurang, silakan untuk posring lagi yahh..
SDG.

Poskan Komentar