Kamis, 23 April 2009

world leader VS Christian leader

Apa yang menjadikan sebuah bangsa menjadi maju? Dan apapula yang dapat membawa sebuah bangsa menuju kehancurannya? Mungkin beberapa ada yang menjawab sistem pengendalian negara itu, mungkin ada pula yang mengatakan bahwa hal itu adalah aparatur yang menjalankannya yang berperan penting. Jawaban-jawaban itu tidaklah salah sama sekali. Tetapi apa yang dapat membawa sebuah bangsa maju maupun mundur adalah PEMIMPIN nya.
Menurut George Terry, Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. Lebih lanjut, menurut Cyriel O'Donnell, kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Dari kedua pengertian diatas dapat kita lihat, pengertian orang secara umum terdiri dari bagaimana cara kita untuk dapat mempengaruhi orang lain agar dapat mencapai tujuan kita pribadi maupun tujuan kolektif yang telah ditetapkan sebelumnya. . Mungkin juga banyak orang yang masih bertanya-tanya, seperti apakah ciri dari seorang pemimpin yang baik itu?
Menurut George R. Terry, pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut :
1. Mental dan fisik yang energik
2. Emosi yang stabil
3.Pengetahuan human relation yang baik
4. Motivasi personal yang baik
5. Cakap berkomunikasi
6. Cakap untuk mengajar, mendidik dan mengembangkan bawahan
7. Ahli dalam bidang sosial
8. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial
Masih banyak lagi yang mempunyai pandangan yang berbeda mengenai ciri-ciri dari seorang pemimpin dengan persepsi mereka masing-masing. Tetapi,seperti apakah sosok seorang pemimpin yang benar itu sebenarnya? Jawaban dari pertanyaan itu hanyalah satu. Yesus Kristus.
Memang benar. Ciri dari seorang pemimpin yang benar (pemimpin kristen) adalah ketika seseorang mejadi semakin serupa dengan Kristus. Salah satu contoh yang nyata dari kepemimpinan Kristus adalah seperti yang Ia nyatakan dalam Yoh 10:11 “I am the good sheperd. The good sheperd lays down his life for the sheep”. Dari satu kalimat ini, sungguh banyak hal yang dapat kita ambil sebagai contoh teladan kepemimpinan Kristus. Dari ayat tersebut, dengan jelas telah dikatakan bahwa seorang pemimpin layaknya seorang gembala yang memimpin domba-dombanya, yang akan menyerahkan jiwanya untuk menjaga dombanya itu.
Seorang gembala disini mempunyai banyak peran terhadap dombanya. Seorang gembala haruslah memimpin, memberi makan, memberikan rasa nyaman, mengoreksi dan melindungi domba-dombanya. Seorang pemimpin kristen hendaknya selalu memberikan makanan pada para dombanya,yang mana makanan tersebut tidak lain adalah Firman Tuhan. (deuteronomy 8:13), pemimpin kristen juga menjaga dan memberikan kesembuhan akan dombanya (yehezkiel 34:16).
kepemimpinan seperti ini banyak juga dikenal dengan Servant Leadership (pemimpin yang melayani) sama seperti apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus di bumi, yaitu untuk melayani orang-orang, bukan sebaliknya. Seperti tiu jugalah semestinya ciri pemimpin yang benar, yang mau melayani orang lain, mementingkan kepentingan orang lain dengan prinsip altruisme, serta memberikan yang terbaik untuk orang yang dilayaninya. Pemimpin yang otokratis tidak mau merendahkan dirinya di hadapan pengikutnya, terlebih tidak mau melayani pengikutnya. Ia bahkan tidak memiliki kasih. Sebaliknya, bagi Yesus, pemimpin adalah pelayan bagi pengikut. Bukan penguasa. Kepemimpinan ada bukan untuk memerintah tetapi untuk melayani. Hal tersebut sangat jelas di dalam kalimatnya yang sangat terkenal, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Markus 10:43-44) Mungkin tipe kepemimpinan seperti ini amat jarang dipraktekkan karena bertentangan dengan model kepemimpinan konservatif, yang mana pemimpin identik dengan orang yang hidupnya lebih “beruntung” daripada orang yang dipimpinnya.
Memimpin seperti Yesus (lead like Jesus) bukanlah perkara yang mudah tetapi sekaligus juga bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Modalnya cuma satu yakni hati. Yesus mengajarkan kepemimpinan hamba dan melayani, pada intinya, terpusat pada apa yang ada di dalam hati seorang pemimpin. Hati akan menentukan apa yang terlihat keluar.
Ditengah hingar-bingar pemilihan pemimpin negara kita yang sebentar lagi akan berlangsung ini, sudahkah kita memilih pemimpin yang benar? Pemimpin yang akan menentukan nasib bangsa kita lima tahun kedepan? Untuk itu, jadilah bijak dalam memilih dan libatkan DIA dalam pergumulanmu. Apabila pemimpin seperti itu belum tersedia dalam jajaran pilihan kita, maka itu menjadi kewajiban kita kedepan. TRY TO BE ONE.

0 komentar:

Poskan Komentar