Rabu, 24 Juni 2009

Maleakhi memilih

Guys,, masih inget artikel di warta Malekhi edisi 19 tanggal 20 Maret 2009?? Hayo,, udah lupa y..?! Okeh, direview dikit. Di situ dikasih judul “Use Ur Right and Vote”. Isinya, apa itu pemilu, proses pemilu yang baru, dengan sistem contreng, permasalahan dalam pemilu dan juga ajakan untuk menggunakan hak pilih.Penting sekali untuk kita berpartisipasi dalam pemilu. Seperti lagu dari band Coklat, 5 menit untuk 5 tahun. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pemimpin yang salah!

Tapi,,apa kita udah kenal ama calon-calon pemimpin bangsa kita ini?? Hmmm,,, sekarang, kita mau kenalin capres-cawapresnya ke temen-temen semua. Yang pertama, sesuai no. urut resmi calon, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Megawati lahir di Yogyakarta, 23 januari 1947. Beliau menempuh studi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, namun tidak selesai. Pada periode 1999-2001, sebagai wakil presiden RI bersama presiden Abdurrahman Wahid. Sedangkan pada periode berikutnya, 2001-2004,naik sebagai presiden RI dan Hamzah Haz sebagai wakilnya.

Pasangan “Mega-Pro Rakyat” ini sepakat untuk berkoalisi karena dianggap memiliki visi misi sama, yaitu ekonomi kerakyatan, keberpihakkan terhadap wong cilik seperti petani, nelayan, buruh, dan lain-lain. Pasangan ini memiliki visi “Gotong royong membangun kembali Indonesia Raya yang berdaulat, bermartabat, adil dan makmur”, dengan misi, 1. menegakkan kedaulatan dan kepribadian bangsa yang bermartabat, 2. mewujudkan kesejahteraan sosial dengan memperkuat ekonmomi kerakyatan, dan 3. menyelenggarakan pemerintahan yang tegas dan efektif.Pada intinya, pasangan capres-cawapres terkaya ini (total ± Rp. 1.911.552.606.953) mengusung ekonomi kerakyatan dengan revitalisasi pasar tradisional. Namun baru sebatas menginventarisasi kebijakan ekonomi yang tidak memihak rakyat kecil, belum sampai pada solusi konkret mengatasi masalah itu.

Untuk pasangan no. urut 2, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono lebih menonjolkan ekonomi, tetapi masih secara umum. SBY lebih memilih Boediono sebagai wakilnya karena beliau dianggap sebagai seorang muslim yang lurus, jujur, sederhana, konsisten dan toleran, serta pribadi yang cerdas, ulet, pekerja keras, dan bertanggung jawab. Terlebih, Boediono adalah orang yang dianggap jauh dari keinginan mencari muka. Laki-laki kelahiran Blitar, Jatim 25 Februari 1943 ini adalah lulusan Business Economics, Wharton School, University of Pennsylvania, AS (1979) dengan gelar Doctor of Philosophy. Jabatan terakhirnya yaitu Gubernur BI. SBY,calon presiden “termiskin” (kurang dari 10Miliar!), dalam rencana kerjanya mendatang, akan membentuk kabinet presidensial yang amanah, efektif, dan kredibel, bekerja keras untuk rakyat, bukan untuk berpolitik sendiri-sendiri, tidak menyerahkan perekonomian kepada pasar bebas, dan juga membangun pemerintahan yang bersih, tidak dikotori suap, memperdagangkan kekuasaan, dan mencampuradukkan urusan negara dan bisnis negara.

Jusuf Kalla lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942. Satu-satunya capres asal luar jawa ini lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makasar (1967). Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan (1999-2000), Menteri Kesejahteraan Rakyat (2001) dan saat ini masih sebagai wakil presiden RI. Ketua umum parai Golkar (2004-2009) iniberpasangan dengan Wiranto. Pria kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 ini pernah menempuh pendidikan militer di Perguruan Tingi Hukum Militer (1996). Pada periode 1999-2000, beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.

Indonesia yang adil, mandiri, dan bermartabat adalah visi yang diusung JK-Win, dengan misi: 1. Tercapainya ekonomi bangsa yang mandiri, berdaya saing dan berkeadilan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat; 2. Mewujudkan pemerintahan yang bersih berwibawa demokratis dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat; 3. Mewujudkan kesejahteraan sosial, ketahanan budaya dan otonomi daerah yang sehat, efisien, dan efektif untuk lebih memantapkan integrasi nasional yang menjamin kebinekhaan; 4. Mewujudkan bangsa yang aman, tenteram, dan damai dengan penegekan hukum dan HAM; 5. Mewujudkan Indonesia yang dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain dalam bidang ekonomi dan politik.

Pasangan dengan slogan “lebih cepat lebih baik” ini mengagendakan berbagai kebijakan, diantaranya dalam bidang ekonomi, politik dan hukum, pertahanan dan keamanan, pendidikan, sosial budaya, kesehatan, serta pemuda dan olahraga. Pasangan ini juga berkomitmen untuk bersama-sama menjaga serta membangun NKRI, membangun ekonomi kerakyatan, dan berbagi kewenangan di pemerintah. Berjanji akan melindungi rakyat, mensejahterakan rakyat dengan adil dan makmur. Menyelenggarakan pelayanan pemerintahan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, dan juga membangun pemerintahan yang kuat dan tegas serta lebih cepat dan lebih baik.

Nah temen-temen, sekarang kita udah lebih tahu apa kiranya yang akan dikerjakan para calon, jika mereka terpilih untuk memegang kendali pemerintahan bangsa ini. Mari kita peduli dengan Indonesia. Kita gunakan hak suara kita pada 8 Juli mendatang. Masa depan bangsa ini ada di tangan kita, yang memilih pemimpin kita sendiri. Jangan lupa, kita doakan para calon agar benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat. Tidak menjadikan Indonesia sebagai objek bisnis pribadi. Doakan juga, Tuhan memilih orang yang tepat sesuai kehendak dan rencanaNya. Okay?! God Bless you all..!!

0 komentar:

Poskan Komentar