Kamis, 23 April 2009

Peran pemuda kristen

“Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami “

Sewaktu mendengarkan lagu ini dinyanyikan, terasa ada sesuatu yang bergetar di dalam diri . Lirik terakhir yang menjadi pamungkas dalam lagu ini, Bagimu negeri jiwa raga kami, seharusnya memiliki arti yang sangat mendalam bagi kita sebagai warga negara Indonesia tercinta. Ya, bagaimana tidak, sebagai warga negara, sepatutnya kita memberikan yang terbaik guna perkembangan Indonesia. Mengingat lagi apa yang telah dilakukan para pahlawan kemerdekaan dahulu, mereka tidak segan untuk berkorban nyawa agar dapat merenggut kemerdekaan yang telah lama diimpikan oleh bangsa ini. Tak ayal jiwapun tersentak, apa yang telah kulakukan bagi negeriku? apa yang telah kulakukan untuk bangsaku? Apa yang telah kulakukan, sebagai mahasiswa untuk Indonesia?
Di Indonesia ada slogan yang menyatakan Pemuda harapan bangsa atau Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada Pemudanya. Beberapa slogan diatas menunjukkkan bahwa pemuda atau Mahasiswa memang akan menjadi penerus dari generasi sekarang. Generasi sekarang jelas akan termakan usia, Pemuda/Mahasiswa sebagai generasi penerus akan melanjutkan dan memikul segala beban dan akibat dari generasi sekarang. Karena Para Pemuda/Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Diakui atau tidak peran Pemuda/Mahasiswa memang sangat strategis dalam perubahan sosial. Ide-ide Pemuda/Mahasiswa sering dianggap sebagai suara rakyat, karena kedekatan sosial mereka dengan Masyarakat bawah. Pemuda/Mahasiswa juga dianggap sebagai pemecah kebuntuan dan Problem Solver terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan juga pembawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Di mata masyarakat pada umumnya, mahasiswa adalah agen perubahan sosial (agent of social change) karena mahasiswa selaku insan akademis, dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang rasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial dimasyarakat. Sehingga sudah menjadi konsekuensi terhadap tuntutan dari seorang mahasiswa untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sebagai suatu kebutuhan pribadi dan masyarakat. Fungsi kontrol sosial yang dimiliki mahasiswa bagi pembangunan diharapkan mutlak demi kemajuan pembangunan.
Seperti halnya kita ketahui bersama, sepuluh tahun yang lalu, sebuah rezim yang telah berkuasa lebih dari 3 dekade diruntuhkan oleh sebuah kekuatan yang bernama Mahasiswa. Sangatlah jelas bahwa mahasiswa adalah kekuatan potensial amat berharga yang dimiliki oleh bangsa ini. Akan tetapi, dengan kekuatan yang dimilikinya, harusnya tidak serta merta membuat mahasiswa menjadi arogan dengan pandangan idealis yang dimiliki, sebaliknya, mahasiswa harus dapat semakin peka terhadap gejolak-gejolak sosial yang terjadi di negara ini, kemudian menggunakan intelektualitas yang dimilikinya untuk dapat ikut berpartisipasi mengatasi problematika yang ada.
Mahasiswa memiliki posisi yang sangat berat namun sangat strategis dan sangat menentukan .Bukan zamannya lagi untuk sekedar menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi, tetapi harus mewarnai perubahan tersebut dengan warna masyarakat yang akan dituju dari perubahan tersebut adalah benar-benar masyarkat yang adil dan makmur.
Seperti halnya telah kita ketahui bersama,Pemilu di negara kita akan diadakan hanya dalam hitungan hari dan kampanye terbuka telah berjalan selama hampir 2 pekan. Peraturan-peraturan telah dibuat mengenai tata cara kampanye yang benar, tetapi masih saja ada oknum-oknum yang entah disengaja atau tidak tetap melanggar ketentuan yang telah ditetapkan itu. Selama berlangsunggnya kampanye tertutup sampai 2hari kampanye terbuka tercatat telah terjadi 134 kasus. Dari kasus-kasus tersebut kasus pemalsuan ijazah ada 11 buah, money politics (uang/barang) ada 33 kasus, kampanye di tempat ibadah/pendidikan/fasilitas negara ada 13 kasus.
Kejadian-kejadian ini juga harus menjadi perhatian kita semua, bagaimana mungkin kita mengharapkan akan mendapatkan pemimpin yang berkualitas apabila parpol-parpol yang mengusungnya masih tidak taat pada peraturan? Disini kita mahasiswa juga harus memberikan kontribusi dengan menjalankan fungsi kotrolnya.
Selain menjalankan fungsi kontrol, kita sebagai mahasiswa juga harus turut berpartisipasi dalam memberikan suara kita dalam pemilu yang akan datang, karena dengan memberikan suara kita, kita juga turut memberikan solusi yang membangun untuk negara kita. Tidak hanya sampai disitu, kita juga telah memberikan kontribusi akan nasib negara kita ini lima tahun ke depan. Bukankah kita semua menginginkan progres yang baik atas negara kita ini? Untuk itu, tidak memberikan suara (GOLPUT) bukanlah sebuah solusi. Karena dengan tidak memberikan suara pada PEMILU, itu berarti kita akan membiarkan negara kita berjalan semakin jauh sendirian.
Satu hal yang kita harus ingat sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa kristen jangan lupa kita melibatkan DIA dalam pengambilan setiap keputusan kita, terutama dalam memberikan suara kita dalam Pemilu ini. Jangan kita terlena dengan janji-janji, sudah saatnya bagi kita mahasiswa kristen untuk bergerak. Janganlah kita menjadi pohon bambu yang bergerak seurut dengan arah angin, hendaknya kita menjadi pohon Oak yang besar,tegar, yang mampu berdiri tegak melawan angin yang menghadang, dengan tidak lupa dengan visi untuk menjadi duta-duta Kristus yang menghadirkan kasih Allah di manapun ditempatkan dan menjadi garam dan terang dunia.

Oleh: ARS
sumber :
http://www.bloggaul.com/faizone/readblog/93988/peran-dan-tanggung-jawab-mahasiswa-dalam-lingkungan-sosial
http://creativezone.multiply.com/journal/item/2




I

4 komentar:

Yehezkiel Tahapary mengatakan...

tapi jgn sampe dalam menyampaikan pendapat,mahasiswa menggunakan cara kekerasan yang membuat kita terlihat sebagai orang bar-bar yg tidak terdidik dan hanya bisa menggunakan otot bukan otak selayaknya orang berintelektual.. Gbu

Maleakhi on Web mengatakan...

sepakat!! mahasiswa sebagai masa depan sebuah bangsa dan disebut sebagai "kaum intelektual" sudah seharusnya bersikap sebagai orang yang benar-benar intelek dan dapat menyampaikan pendapat sebagaimana layaknya orang berpendidikan.

hidup mahasiswa.

Anonim mengatakan...

Pak saya Mau Nanya Ni tentang Pndangan pemuda Kristen terhadap Pergaulan bebas, Hiv/aids, kekerasan, & minum - minuman keras

Maleakhi on Web mengatakan...

maaf baru respon. jangan panggil "pak" kita masih mahasiswa koq :)
secara tegas pemuda kristen pasti tidak setuju dengn pergaulan bebas, HIV/aids-akibat dari kesalahan yg dilakukan sendiri dngn sadar-, kekerasan, n minum2an keras.
knp? hal2 tersebut membuat tubuh qt, yg adalah Bait suci Allah, menjadi rusak. ketika qt dengn sengaja merusak tubuh dan -terutama-jiwa qt(dngn sengaja melakukan dosa2 tersebut), berarti dengn sengaja memutuskan hubungan dengan Allah. padahal tujuan manusia hidup adalah untuk memuliakan Penciptanya. memuliakan dengan apa? dengn hidupnya, mengelola apa yg telah Allah berikan pada manusia untuk di jaga n usahakan. bagaimana bisa melakukan semua mandat Allah dengan benar jika jiwa ini rusak?

jika ada yg masih mengganjal, silahkan posting komentar anda lagi ^^, Tuhan semesta alam memberkati

Poskan Komentar