Kamis, 04 Maret 2010

Proyek Jamur Maleakhi dan manfaatnya..


Proyek jamur yang telah berjalan selama lebih dari tiga bulan, saat ini sudah mengalami banyak perkembangan. Proyek ini dimulai di desa Gumuk, desa kecil di kabupaten Malang. Dimulai dari modal yang sedikit-demi sedikit dikumpulkan, dan bantuan dana dari para alumni serta pihak-pihak lain yang memahami tujuan diadakannya proyek ini. Bersyukur sekali, setelah peresmian pertama kali, yaitu memasukan 2000 log jamur, minggu 28 maret 2010 lalu telah dilaksanakan penambahan 1000 log dari mahasiswa dan 500 log milik warga. Kami para mahasiswa yang terlibat dalam usaha ini, PMK Maleakhi khususnya sangat senang melihat antusias warga yang sudah mulai tampak. Dibuktikan dengan penambahan 500 log milik warga tersebut.
PMK Maleakhi sebagai penanggung jawab proyek ini senang melihat perlembangan usaha yang dibuat sebagai wadah belajar (bagi mahasiswa yang mengelolanya) dan sebagai sarana pengembangan desa Gumuk. Desa Gumuk sendiri sudah disepakati menjadi desa adopsi mahasiswa Kristen kota Malang. Dan perhatian kami sudah dimulai sejak tahun 2006. Kami melakukan penghijauan di desa ini sejak tahun 2006 hingga 2008. Akhir 2009 proyek jamur ini dimulai dengan pembuatan kumbung jamur terlebih dahulu, lalu awal 2010 log-log jamur sudah mulai dimasukan dan budi daya jamur dimulai di desa ini. Proyek jamur sendiri dimaksudkan sebagai bentuk follow up dari aktifitas yang telah dilakukan PMK se-kota.
Sedikit shareing tentang Gumuk… desa ini merupakan desa kecil yang dipenuhi perkebunan jeruk. Sebagian besar warga adalah petani yang diijinkan megelola tanah milik perhutani. Namun sayangnya jeruk-jeruk dan perkebunan warga tersebut pun tak cukup membantu perekonomian warga. Banyak dari mereka hanya merupakan petani butuh, mereka mendapatkan bibit dari tengkulak, dan sering kali harga jual dari hasil panen mereka dipermainkan oleh tengkulak-tengkulak tersebut. Desa ini merupakan desa pada dataran tinggi, beberapa kali ketika musim hujan, tidak jauh dari pemukiman warga terjadi tanah longsor. Pencegahan terjadinya pengikisan tanah dan menjaga sumber mata air sudah dilakukan dengan cara melakukan penghijauan di beberapa titik. Pinghijauan kedua dan ke tiga kami menanam pohon buah. Hal ini dimaksudkan selain untuk menahan struktur tanah juga agar suatu hari nanti dari desa ini akan ada hasil tanaman buah yang dapat membantu perekonomian warga.
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, proyek jamur yang dilakukan PMK Maleakhi dimaksudkan untuk membuka mata warga bahwa ada peluang usaha yang dapat mereka kembangkan dan diharapkan menjadi usaha yang diseriusi oleh warga hingga desa ini bisa menyuplai jamur-jamur yang berkualitas untuk pasar kota Malang. Bukan hanya jamur mentah, warga setempat juga diharapkan mampu memproduksi produk-produk berbahan dasar jamur agar menjadi produk khas desa mereka. Dan harapan akhir kami adalah semoga saja desa ini dapat berkembang dan tumbuh menjadi desa yang mandiri dengan produk khas yang mereka miliki, dan dari perkembangan desa maka akan berdampak pada perubahan yang positif dalam kelayakan hidup, pendidikan, dll.
Mengapa kami memilih jamur? Jamur merupakan tumbuhan yang saat ini marak di pasaran. Namun bukan itu alas an kami. Jamur adalah tumbuhan sporangium yang memiliki kandungan gizi yang baik. Dapat dijelaskan seperti ini: jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.

Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.

Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia.

Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg.

Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.
Bukti kandungan dan manfaat jamur kami kutip dari http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1030678870,22766,  bias dilihat lebih lengkap dalam artikel tersebut =)
Semoga sedikit berita ini bermanfaat. Soli Deo Gloria ^^

0 komentar:

Poskan Komentar