Minggu, 08 November 2009

Sains dan Alkitab

Teman2, pada PA yang lalu kita membahas tentang sains dalam alkitab. Loh, kok bisa gitu? Apakah ada hubungan antara Sains dengan Alkitab? Apakah ada keterkaitan antara ilmu Sains yang sedang berkembang sekarang dengan Alkitab? Nah, untuk lebih memahaminya kita harus mengerti dulu apa itu Sains Alkitabiah. Sains Alkitabiah sangat berbeda dengan Sains yang berkembang di zaman sekarang. Sains Alkitabiah memiliki asas/dasar yang lebih dari sains empiris yaitu mengakui bahwa Allah adalah pencipta. Banyak ilmuwan yang menyatakan bahwa hasil temuan mereka adalah benar tetapi temuan mereka tersebut hanya sebatas temuan belaka. Mengapa? Karena temuan mereka tersebut sudah ada sejak dahulu. Alfred N. Whitehead & J. Robert Oppenheimer berpendapat bahwa Mother Science lahir dari CWV (Christian World View) yang mengatakan bahwa karena dunia diciptakan oleh Allah yang berakal budi, maka tidak heran manusia menemukan sesuatu yang beda.

Sains Alkitabiah juga dapat menerangkan pengertian batas antara Pencipta dan ciptaan. Banyak contoh ilmu pengetahuan yang berkembang tetapi tidak dapat menjelaskan secara rinci tentang apa yang ditelitinya. Contoh: Ilmu Geografi (hanya sebatas bercerita tentang struktur dan isi bumi saja). Sedangkan Sains Alkitabiah mampu menjelaskan secara rinci tentang peristiwa-peristiwa yang Scientific dalam kehidupan nyata. Contoh: Bumi itu bulat (Yes 40 : 22). Selain itu, Sains Alkitabiah mengakui bahwa Allah adalah Sang Intelektual Maha Agung. Ada beberapa contoh di Alkitab yang berhubungan dengan penemuan Sains masa kini. Sebagai contoh, Yakub melakukan rekayasa genetika terhadap ternak-ternaknya (Kej 30 : 25-43) di mana hal tersebut mirip dengan Rekayasa Genetika temuan George Mendel (Hukum Mendel). Hal ini membuktikan bahwa Rekayasa Genetika sudah ada sejak zaman Yakub dan bukan merupakan hasil temuan terbaru. Tetapi ada juga hal-hal dalam Alkitab yang tidak sesuai dengan hasil Sains (Sains tidak dapat menjelaskannya). Sebagai contoh, Peristiwa di Kana (Air menjadi Anggur). Tentunya, hal ini hanya bisa terjadi berkat campur tangan Tuhan dan bukan oleh Sains. Ada juga yang dapat menjelaskan hal-hal yang terjadi dalam Alkitan namun merupakan penjelasan yang salah. Contoh: Manna (Kel 16 : 1-36). Banyak ilmuan berpendapat bahwa Manna bukan roti surga. Tetapi mereka mengadakan penelitian dan menemukan tafsiran yang lain mengenai Manna. Ada yang berpendapat bahwa Manna berasal dari getah pohon Tamariska, ada juga berpendapat bahwa Manna berasal dari telur burung puyuh. Hal-hal ini mereka temukan karena mereka tidak mempercayai Alkitab dan kuasa Tuhan itu sendiri.

Selain ilmu Sains, Alkitab juga merupakan sumber dari ilmu-ilmu yang lain. Seperti Alkitab merupakan sumber ilmu Manajemen dan Leadership (Kel 18 : 10-27), Bahasa (Kej 11 dan Kisah Para Rasul), dan berbagai macam ilmu yang lain merupakan sumbernya dari Alkitab saja. Kalau begitu, kesimpulan yang dapat kita tarik dari refresh PA kali ini adalah Alkitab merupakan dasar segala macam ilmu yang berkembang saat ini dan ilmu-ilmu tersebut penerapannya sudah ada sejak zaman dahulu. Nah, tugas kita sebagai orang yang percaya kepada-Nya adalah menjadikan dasar Alkitab sebagai pegangan hidup kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pertanyaannya, maukah kita percaya bahwa Alkitab dasar segala ilmu? SDG


1 komentar:

ronald mengatakan...

kayaknya saya pernah membaca ini (saya yg buat) wkwkwkwkwkwk..........

Poskan Komentar